fresh IDEA for SPEEDY


KONTEN-KONTEN BERURGENSITAS TINGGI

1 02 2009


Dulu, saat saya masih terlibat aktif secara teknis dalam bisnis pengembangan portal atau situs, saya kerap mengunjungi situs pemeringkat situs, www.alexa.com, untuk melihat perkembangan rating portal atau situs pesanan klien. Situs yang bernaung dibawah manajemen www.amazon.com tersebut, mampu menghitung jumlah traffic dari semua situs yang ada di internet. Meski banyak juga opini yang tidak sepakat, mengenai akurasi penghitungan situs rancangan Brewster Kahle dan Bruce Gilliat yang rilis tahun 1996 itu, tapi apa boleh buat, sejauh ini hanya www.alexa.com-lah situs pemeringkat situs yang mudah penggunaannya dan cukup menyajikan data komprehensif- setidaknya bagi saya.

Melalui www.alexa.com, saya juga bisa mengamati selera umum pengguna internet, terhadap konten-konten yang mereka akses. Saya bisa mengetahui apa kira-kira konten yang paling banyak mengundang pengakses, berpedoman pada peringkat portal-portal atau situs-situs yang memuatnya. Dari hal itu bisa juga dijadikan pijakan, masukan untuk brainstorming, tentang kira-kira apa jenis portal berikut kontennya yang kira-kira cepat menyerap pengakses, bagi siapapun yang tengah merancang suatu portal, konten atau fasilitas lainnya terkait penggunaan internet. Ya, setidaknya itu merupakan salah satu jalan yang cukup instan sebagai bekal dalam proses awal, demi menggagas suatu portal yang populer berkat kreatifitas dan utilitas kontennya.

Membaca top 500 sites www.alexa.com tahun-tahun belakangan ini, saya berasumsi bahwa selera pengakses internet terhadap konten suatu portal, tidak menunjukkan perkembangan atau perubahan yang ekstrim. Tidak ada yang revolusioner dalam selera para usernet terhadap konten, mengingat portal/situs yang mapan- terkait pengalaman, brand dan sajian kontennya- masih bertengger di peringkat 10 besar dalam top 500 sites versi alexa. Nama-nama seperti Yahoo, Google, Youtube, Wikipedia, Facebook dan lain-lain masih berada di posisi yang bergengsi. Itu berarti, jenis-jenis konten yang dimuat dalam portal tersebutlah yang paling akomodatif terhadap kebutuhan dan keinginan para pemakai internet, dalam lingkup global. Konten-konten teks, audio, audio-visual kreasi merekalah yang kini mewakili urgensitas dan kebutuhan pokok pengakses internet terhadap suatu konten.

Berdasarkan pengamatan saya terhadap pemeringkatan situs dalam www.alexa.com, maka konten-konten yang tinggi tingkat urgensitasnya itu berbentuk :

Read the rest of this entry »



Indikator Keberhasilan Suatu Portal/Konten Religi

17 01 2009

Sebagaimana umum diketahui, dasar negara Republik Indonesia (RI) adalah Pancasila, adapun falsafah hidup yang menaungi kehidupan bermasyarakatnya adalah prinsip Bhinekka Tunggal Ika. Sila pertama dalam dasar negara RI adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Berpedoman pada sila pertama dan prinsip kehidupan bermasyarakat tersebut, masyarakat kita selain dikenal karena ragam suku dan kebudayaannya, iapun diarahkan menuju suatu masyarakat relijius- yaitu : masyarakat yang berketuhanan. Maka, selain tema suku, adat dan ras yang kerap mengemuka, unsur agamapun menjadi suatu tema yang mendasar, pokok serta penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri seribu pulau ini.

Sebagai penganut nilai-nilai ketuhanan dan keagamaan, masyarakat Indonesia tentu mempunyai kebutuhan dan keinginan yang tinggi untuk menyimak konten-konten relijius,  ketika mereka mengakses suatu media. Apakah itu media cetak, media elektronik- yang salah satu cabangnya adalah media internet. Saya sempat memerhatikan kecenderungan ini, diantara rekan-rekan sepergaulan rumah maupun rekan-rekan dilingkungan kerja. Bahwa, selain mengakses konten-konten hiburan atau bermain aplikasi di portal jejaring sosial, yang juga sering menjadi motivasi utama mereka berselancar di dunia maya adalah : mencari konten-konten relijius.

Masing-masing umat beragama di Indonesia, entah umat Islam yang mayoritas, umat Kristiani, umat Budha, umat Hindu maupun penganut Kong-Hu-Cu, mempunyai situs atau portal favorit yang kontennya kerap mereka simak, demi pemenuhan kebutuhan dan keinginan ruhaniah mereka. Bahkan, masing-masing mereka juga rata-rata mempunyai portal khusus, yang memuat lebih dari sepuluh buah link situs keagamaan berbahasa Indonesia. Umat Islam punya Al-Ikhwan.net, umat Kristiani punya Kristenonline.com, umat Budha punya Buddhistonline.com, umat Hindu punya Agnihoma, dan masih banyak lagi portal yang tidak diterakan dalam artikel ini. Mayoritas umat beragama asal Indonesiapun- terutama mereka yang kesehariannya bekerja dalam lingkungan yang dekat dengan akses internet- disamping mengunjungi situs lain juga mengelola blog personal dengan spirit relijius. Sampai-sampai, fenomena itu sempat memunculkan opini seorang tokoh, yang menyebut warga dunia maya asal Indonesia paling relijius dari warga dunia maya asal negara lain.

Read the rest of this entry »



KONTEN MENARIK VERSI A.B.T.C

13 01 2009

Selain karena faktor keperluan, saya rutin mengunjungi sebuah situs atau portal adalah karena faktor kemenarikannya. Makin menarik sebuah situs, makin sering saya mengunjunginya. Entah untuk sekadar mengunduh file tertentu, membaca informasi terbaru, atau menikmati hasil jepretan fotografer amatir/non-amatir. Adakalanya juga saya tergerak untuk mengumumkan hasil ketak-ketik naskah, hasil utak-atik foto, atau hasil editing video lewat portal-portal yang rutin saya kunjungi itu. Nikmat melihat karya sendiri terunggah dihalaman portal, lebih nikmat lagi ketika ada satu-dua comment dari pemirsa portal, yang kebetulan singgah mengintip karya tersebut. Ya, namanya juga manusia. Selalu membutuhkan feedback. Dan, feedback yang tulus terhadap file karya yang saya unggah tersebut, selalu saya doakan, selalu saya balas dengan feedback ke situs pribadi sang komentator, jika kebetulan ia meninggalkan link alamat situsnya.

…kembali pada unsur kemenarikan konten dalam sebuah portal.

Setelah intro singkat saya dalam paragraf sebelumnya, portal yang menarik itu saya artikan sebagai portal yang membuat pemirsa ingin mengetahui seperti apa tampilan dan fasilitas portal, ingin menyimak konten-konten yang terunggah didalam portal, atau bila mungkin berpartisipasi langsung dalam pengelolaan atau sekadar mengunggah konten-konten hasil garapan sendiri, ke laman portal atau website tersebut. Oh ya, yang menarik lagi, bila selain bisa meng-upload, ada konten legal yang bisa diunduh- baik secara gratis maupun dengan harga murah. Jika secara teknis kemenarikan itu sebagaimana saya artikan dan paparkan, maka sifat-sifat konten yang menarik itu meliputi 4 aspek. Pertama, aspek hiburan. Kedua, aspek keanehan atau kekhasan. Ketiga, aspek kedekatan secara emosional maupun geografis. Keempat, aspek kemanusiaan. Kelima, aspek pendidikan seks.

Konten yang Menghibur

Konten yang menghibur, bagi saya bukan saja konten-konten yang membuat saya tergelak-gelak saat membaca, mendengar atau menontonnya. Disamping konten yang menggugah selera humor, konten yang menghibur bagi saya juga termasuk diantaranya : konten-konten pelipur lara semacam artikel MQ-nya Aa Gym dan Main Bersama Amri (MBA) di CyberMQ, artikel e-psikologi untuk keluarga dan profesional di e-psikologi.com, video-video tutorial motivasi dan pengobatan holistik di Youtube dan Metacafe, atau mp3 gratis yang disediakan secara legal oleh espew.com dan beberapa situs publisher musik seperti : roadrunners.com, noise.com dan guitar-forum.com. artikel-artikel di CyberMQ, e-psikologi, video di Youtube dan Metacafe, menjadi menarik bagi saya, karena dengan menyimak konten-konten tersebut saya mendapatkan pencerahan sekaligus pemecahan masalah sehari-hari. Dengan menyimak konten-konten tersebut, sudut pandang saya semakin kaya, dalam hal meninjau suatu permasalahan hidup/keluarga, membangkitkan potensi emosional-spiritual-intelektual, dan memelihara kesehatan fisik serta mental. Usai menyimak konten-konten dari portal atau situs-situs tersebut, saya jadi lebih segar secara jasmani maupun rohani. Nah, konten-konten yang menghibur selain konten-konten semi-serius yang saya paparkan itu, adalah konten yang mendukung hobi saya semenjak kecil : mendengar musik rock dan nonton aksi rockstar dalam video. Read the rest of this entry »



Kode Etik Konten Multimedia Kita

12 01 2009

(Dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, Republika Indonesia - Draft Awal)

Kode Etik Konten Multimedia Indonesia

Departemen Komunikasi dan Informatika, RI

Draf Awal, v.1.0 – 19/07/2007

I. Landasan Filosofis

1. Bahwa pembangunan nasional adalah suatu proses yang berkelanjutan yang harus  senantiasa tanggap terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.

2. Bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi melalui berbagai media termasuk Internet sebagai perwujudan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dilaksanakan secara bertanggung jawab, selaras dan seimbang antara kebebasan dan kesetaraan menggunakan hak berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

3. Bahwa pemanfaatan Internet sebagai media baru untuk pengumpulan, pengembangan, dan penyebaran informasi telah menumbuhkan industri penyediaan konten multimedia nasional yang merupakan karya dan kreativitas anak bangsa yang perlu dibina kearah menjaga integrasi nasional, mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, serta mengembangkan industri konten Internet nasional yang kompetitif.

4. Bahwa untuk mengembangkan potensi industri konten nasional secara maksimal, diperlukan panduan standar perilaku penyedia dan pemuatan konten multimedia yang menjaga nilai moral, tata susila, agama, budaya, kepribadian dan kesatuan bangsa yang berlandaskan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Read the rest of this entry »



Portal Versus Selera Pemirsanya

2 01 2009

Abad ini adalah abad Internet. Tak hanya karena ide keberadaannya mengilhami perkembangan information technology- perlakuan banyak orang terhadap eksistensinyapun membuat kita tak berlebihan, saat menyebut abad ini dengan sebutan demikian. Lihat saja kiri-kanan kita. Orang-orang berbagai strata usia ataupun profesi, seolah-olah mencandu, seakan tak bisa lepas dari media internet.Internet bukan lagi jasa tersier dalam kultur kebudayaan kita. Ia telah menjelma sebuah kebutuhan pokok, yang mesti bisa menemani, dinikmati, mulai pagi, siang, sore, bahkan bila perlu sampai dinihari. Tak usah heran, jika ada pemirsa internet yang protes, saat salah satu website kegemarannya diblokir karena suatu hal oleh pemerintah. Padahal, website tersebut bukanlah portal fast-news, yang biasanya sangat digemari karena menyajikan berita-berita yang ter-update dalam hitungan detik.

Pada awal kemunculannya banyak kalangan berdecak optimis, bahwa media internet kelak bisa menjadi sumber informasi utama, yang bakal berperan besar dalam proses pendidikan dan peningkatan taraf pemikiran masyarakat. Selain itu, media internet diharapkan bisa menjadi sarana pelepasan stres, dengan menyajikan hiburan sehat dan ramah sosial bagi masyarakat luas sebagai pemirsanya.

Di Indonesia, saat tarif bandwith dan broadband access masih terbilang mahal, keberadaan media tersebut masih sejalan dengan visi-misi awal yang dikemukakan sang penemu (Tim Berners-Lee), atau pemikiran tokoh-tokoh yang menggagas  ide komunikasi tanpa batas berbasis komputer, seperti : J.C.R Licklider, Ivan Sutherland, Bob Taylor dan Lawrence G Robert. Sampai kemudian, restrukturisasi sarana dan tarif menjangkau dinamika network internet di Indonesia.

Read the rest of this entry »



Pesantren Base Technology

2 01 2009

Seiring dengan minat masyarakat yang tinggi terhadap proses dakwah Islam berbasis teknologi, dengan MQ Time, Aa Gym Video Streaming, CyberMQ dan SMS Infak, Pondok Pesantren Daarut Tauhiid pernah mengokohkan dirinya sebagai institusi dakwah terdepan dalam hal pemanfaatan teknologi, bagi kepentingan dakwah manajemen qolbu ataupun dakwah Islam pada umumnya.

Di kesehariannya, sosok Aa Gym, sang nakhoda pesantren Daarut Tauhiid, sepanjang pengamatan saya dan para santri lainnya memang dikenal sangat akrab dengan berbagai perangkat, program maupun infrastruktur teknologi informasi. Untuk urusan teknologi, teristimewa information technology, bahkan sampai istilah-istilah detilnya beliau sangat hafal dan menguasai. Waktu ponsel jenis communicator pertama diluncurkan, misalnya, beliau tak mau ketinggalan memiliki, mempelajari, lantas mengoptimalkan penggunaannya demi aktivitas dakwah yang beliau jalani. Ditengah jeda kesibukan atau dalam perjalanan, Aa Gympun tak pernah jauh dari perangkat dan kegiatan mengakrabi teknologi. Dengan iPOD jenis XDA-02-nya, beliau bisa menikmati rehat, sejenak melepas penat, untuk mendengarkan lantunan Nasyid nan merdu atau Murattal Qur’an dari ulama-ulama terkemuka yang bertinggal di Tanah Suci. ”Berapapun biaya yang harus dikeluarkan untuk teknologi dalam rangka perbaikan masyarakat, bukanlah suatu pengeluaran. Biaya yang kita keluarkan adalah investasi berarti, baik untuk dunia ataupun untuk kehidupan akhirat kelak. Oleh karenanya, kita harus sangat cerdas dan berani melakukan inovasi, agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan segala perangkat teknologi, bagi kemaslahatan masyarakat.”tulis Aa Gym dalam buku best seller-nya : Aa Gym Apa Adanya.

Menarik untuk mencermati kata-kata Aa Gym diatas. Dari apa yang pernah beliau sampaikan, wawasan baru sayapun terkuak, bahwa selain telah mewarisi dan wajib melestarikan cara-cara lama didalam dinamikanya, dunia dakwah Islam, teristimewa alam kepesantrenan mesti seiring sejalan dengan gairah perkembangan teknologi. Pesantren di Indonesia sebagai agen terdepan dalam perubahan sosial, dengan demikian, bisa dan perlu melirik teknologi informasi demi percepatan dan optimalisasi gerakan dakwahnya. Karena dakwah lisan maupun bil lisan kiranya dapat tercakup atau bisa dikemas dengan paket teknologi mutakhir.

Read the rest of this entry »



SPEEDYLAND SEBAGAI PORTAL JEJARING SOSIAL : ANALISA KOMPARATIF w/ FRIENDSTER & FACEBOOK

31 12 2008

Portal pertemanan adalah salah satu jenis situs terbuka yang paling banyak menjaring pengunjung. Dalam Alexa Top 100 Sites saja, saya menemukan sekitar sepuluh portal dengan konsep social networking. Sebut saja Facebook, Myspace, Hi5, V Kontakte, Skyrock, Odnoklasniki, Livejournal, Orkut, Fotolog, dan tentu saja situs pertemanan paling populer di Indonesia : Friendster. Antusiasme yang besar dari warga dunia maya, untuk berinteraksi dengan dan dalam portal social networking itupun tersimak dari keberhasilan Fupei, sebuah portal social networking (jejaring sosial) untuk warga Indonesia.

Diantara sekian banyak portal pertemanan itu, saya dan mungkin kebanyakan orang di negeri ini lebih familiar dengan Friendster dan Facebook. Yang saya sebut pertama, dikenal sebagai pelopor dari seluruh portal layanan jejaring sosial di dunia maya. Sedang yang saya sebut kedua, adalah portal layanan jejaring sosial yang akhir-akhir ini menjadi trend di dunia maya. Karena yang pertama, Friendster, begitu populer di Indonesia, dan karena yang kedua, Facebook, merupakan portal paling tinggi peringkatnya diantara portal jejaring sosial di dunia maya, dalam studi komparatifnya Speedyland perlu mengumpulkan data soal kelebihan dan kekurangan kedua situs tersebut. Hal itu perlu dilakukan semata-mata untuk, mengakuisisi keunggulan dan mengeliminir kelemahan, jikalau Speedyland yang secara konseptual merupakan portal jejaring sosial hendak mengembangkan konten dan layanannya.

Untuk membantu Speedyland dalam rangka studi komparatif tersebut, saya berusaha mengungkapkan beberapa poin subjektif pribadi, tentang kelebihan dan kelemahan Friendster dan Facebook. Ya, pendapat ini saya sebut check-list subjektif, sebab pasti banyak orang yang akan berbeda pendapat dengan saya. Poin-poin ini, semata-mata hasil dari proses merasakan atau pengalaman selama menggunakan layanan dan konten, dalam  dua portal jejaring sosial terkemuka itu.

Read the rest of this entry »



FAQ Seputar Speeder News Room

30 12 2008

Pada dua postingan sebelumnya, saya menyinggung soal integrasi media konvensional dengan portal Speedyland, lalu menyinggung soal portal jurnalistik terbuka, yang dikelola oleh Speeder dibawah pengawasan tim Speedyland. Untuk masalah konten, bila Speedyland berinteraksi dengan berbagai media terkemuka, maka Speedyland tinggal menerima bentuk konten yang sudah jadi. Saya pikir sudah tidak ada ganjalan soal konten, sebab secara prosedural tinggal dan sudah diatur sesuai perjanjian bisnis. Namun, bila berbicara soal pengelolaan konten dalam portal jurnalistik terbuka, maka masih ada beberapa pertanyaan, seputar bagaimana nantinya Speeder mengelola konten dan apa saja konten yang kelak akan tampil di sub-Portal dari Speedyland tersebut. Untuk menjawab pertanyaan seputar sub-Portal Speedyland menuju jaman jurnalistik terbuka, maka saya coba menjelaskan secara sederhana lewat FAQ berikut ini :

Apa yang dimaksud dengan portal jurnalistik terbuka itu ?

Portal jurnalistik terbuka adalah sebuah portal yang memuat informasi umum berupa  konten visual, audio dan audio-visual, hasil liputan reporter non-profesional atau citizen reporter.

Siapa yang dimaksud dengan reporter non-profesional atau citizen reporter jika kelak Speedyland menggagas sebuah portal jurnalistik terbuka ?

Reporter non-profesional terdiri dari para Speeder dan non-Speeder yang mengirimkan konten teks,visual, audio dan audio-visual untuk dimuat didalam portal.

Read the rest of this entry »



SPEEDYLAND DALAM TREND CITIZEN JOURNALISM

27 12 2008

Saya mengawali karier di dunia jurnalistik dengan menjadi kontributor lepas media cetak. Sungguh membutuhkan perjuangan panjang, butuh juga kekerasan hati sekaligus kesabaran, sekadar untuk melihat artikel tulisan saya terpampang  di halaman koran atau majalah. Adakalanya dalam waktu tiga bulan artikel itu baru dimuat, ada juga sekali waktu keberuntungan menghampiri : kurang dari seminggu artikel buah tangan saya sudah tercetak pada salah satu kolom harian pagi.

Apa yang  saya alami tentu berbeda jauh dengan apa yang dialami para penulis muda di era sekarang, yang punya cita-cita dan keinginan kuat supaya buah pikirnya bisa dibaca orang. Mereka tak lagi terlalu memerlukan surat kabar, tergantung pada majalah, tabloid atau media sejenis, ketika fitrahnya sebagai manusia yaitu keinginan berpendapat hendak disalurkan. Di jaman Seven Mass Media – sebutan yang diungkapkan Tomi Ahonen, pakar komunikasi, terhadap perkembangan pesat media berbasis teknologi saat ini- kebutuhan aktualisasi tersebut tinggal masalah pilihan media yang akan digunakan. Berdasarkan jenis media, setiap orang bebas memilih antara printing, recording, sinema, radio, televisi, internet atau mobile phones, dalam proses penyaluran aspirasinya. Perkembangan dan sinerginya ke 7 media tersebut, bahkan telah memungkinkan setiap orang dapat mengelola dan memiliki media secara personal, contohnya : website atau blog pribadi. Tentu, dengan memiliki situs atau blog pribadi, seseorang tak perlu menunggu lama untuk menyodorkan ide-idenya agar diketahui umum.

Selain diakomodir oleh kemudahan hosting blog atau website pribadi, kebutuhan aktualisasi diri dan berpendapat itu diakomodir pula oleh keberadaan Portal atau kantor berita online, yang berdiri dan berkembang diatas konsep Citizen Journalism. Portal-portal pengusung konsep tersebut, mengundang sebanyak-banyaknya pemirsa untuk menulis berita dan mewartakan informasi, sesuai motto yang mereka emban : “Setiap orang adalah jurnalis”. Baik konten bersifat tekstual, audio maupun audio-visual, akan mereka terima dengan terbuka dan siap diunggah ke halaman posting, asal sesuai visi, misi, tema, standar kualitas dan segmen browser-surfer-user yang dituju Portal tersebut.

Read the rest of this entry »



Telematika Dan Regulasi Di Indonesia

26 12 2008

ini artikel hasil interview saya dengan pakar hukum Prof.Bayu Seto Hardjowahono, dari universitas parahyangan bandung. beliau, selain dikenal sebagai salah satu pembicara yang analisisnya detail dan mudah dipahami, juga adalah paman dari penyanyi kenamaan Indonesia, Marcel Siahaan (he he he). saya dapet info ini dari adik, yang kebetulan pernah didoseni oleh beliau.

yuk, kita cermati uraian2 beliau yang cukup membuka wawasan ini…

Cyberlaw adalah hukum yang berlaku di dunia maya, yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi hukum di banyak negara adalah “ruang dan waktu”. Internet dan jaringan komputer mendobrak batas ruang dan waktu ini.

Namun demikian, kemajuan teknologi telematika dalam implementasinya di Indonesia belum diimbangi dengan regulasi hukum yang memadai, sehingga menimbulkan masalah antara pembuat, penyedia layanan, pemerintah dan masyarakat. Akibatnya, masyarakat terhambat mendapatkan layanan teknologi yang efisien. Padahal, telematika adalah satu komponen teknologi yang berguna untuk meningkatkan kulitas hidup manusia, khususnya dalam sektor telekomunikasi dan aspek-aspek kehidupan yang berkaitan dengan itu. Pemanfaatan telematika secara tepat, dalam suatu rencana strategis yang integral dan komprehensif sebenarnya dapat berperan besar mendukung dan memajukan kehidupan bangsa.

Read the rest of this entry »



SPEEDYLAND DAN ERA INTEGRASI MEDIA

25 12 2008

Bill Gates, dalam sebuah kesempatan mengatakan, kelak jaringan internet tak ubahnya bagai jaringan listrik yang alangkah primernya bagi setiap individu. Setiap keluarga hanya memerlukan sebuah jaringan internet saja, untuk menikmati sajian audio, visual dan audio-visual sekaligus. Itu artinya, bila hendak mendengar radio, melihat televisi atau membaca surat kabar, orang–orang tinggal berkunjung ke sebuah Portal. Tak pelak lagi, bisnis Portal-pun akan jauh lebih berkembang ketimbang bisnis Portal di era sekarang.

Dalam era integrasi media, yang banyak diramalkan para ahli komunikasi dan teknologi informasi tersebut, persaingan antar Portal berarti persaingan antar Content Provider (CP). Portal akan berlomba-lomba memuat konten yang terbaik, sementara para CP akan berusaha sekreatif mungkin merancang setiap konten, agar produksi mereka terserap oleh industri Portal.

Pada era tersebut, surat kabar, radio dan televisi, hanya memiliki dua pilihan demi kesinambungan bisnisnya. Apakah mereka akan bergerak sebagai sub-Portal – yaitu penyedia konten- atau menggagas sebuah Portal, yang menyediakan konten maupun menerima konten dari CP lain. Menilik sejarahnya, Speedyland tentu berbeda dengan jenis media cetak dan jenis media elektronik yang disebutkan diatas. Bila sebuah surat kabar, radio ataupun televisi merancang Portal untuk menjaring user, maka Speedyland sebagai Portal justru dirancang untuk melayani user yang telah terjaring. Media mengetahui membernya dari data survei, sementara Speedyland mengetahui berapa jumlah member dan bakal member-nya dari data-data yang kurang-lebih valid, dan berasal dari bank data internal.

Read the rest of this entry »



ADA KOMIK KITA DI SPEEDYLAND !

23 12 2008


Setiap malam, terutama malam minggu, saya bisa menghabiskan beberapa buku komik sekaligus. Bukan, bukan untuk saya. Anak saya yang minta dibacakan komik, sebab ia belum terlalu lancar membaca abjad. Rupanya, setelah puas memandangi gambar-gambar, ia ingin juga ‘mendengar’ dialog yang diucapkan para tokoh komik, secara detil dan ekspresif. Jadilah setiap malam, selesai merampungkan makan, saya membaca dan menirukan cara dalang bercerita, sesuai kisahan yang ada didalam komik favorit anak saya.

Semalam, setelah anak saya tertidur, saya membuka-buka beberapa situs dan portal yang kebetulan saya ikut menjadi member-nya. Seperti biasa, yang saya tilik-tilik ya seputar konten-konten mereka baik yang lama maupun baru, baik yang top rates maupun top view. Portal-portal asal Indonesia rata-rata punya konten musik, film (meskipun tak banyak), gambar maupun teks. Tapi, konten gambar sekaligus teks, yang biasa disebut komik, sepertinya jarang ada Portal atau situs yang serius mengadakan, menggarap dan mengelolanya.

Menyimak realita tersebut, saya berpikir kenapa tidak Speedyland-lah yang memelopori dan mengakomodir kreatifitas pengrajin komik, lalu menginteraksikannya dengan para Speeder, member dari Speedyland yang notabene tentu ada sedikit-banyak yang menyukai cerita bergambar.

Read the rest of this entry »



Kisah Membangun Tim & Konten Portal

22 12 2008

Dunia konten multimedia adalah dunia yang tak asing lagi dengan dunia pekerjaan saya, pada tahun-tahun belakangan ini. Pada tahun 2004, saya dan beberapa orang teman, mendirikan www.cybermq.com, walau dengan bekal ilmu dan pengalaman yang sedikit. Sambil mengelola portal jurnalistik Islami yang punya tagline : cakrawala informasi dan inspirasi itu, saya dan teman-teman yang sama bahu-membahu membangun produk content mobile, dari mulai konten teks hingga konten audio-visual.  Dengan semangat makantar-kantar (begitu bahasa novelis Langit Kresna Hariadi waktu mengungkapkan dinamika Gajah Mada dan para pendukungnya), saya dan kawan-kawan saling menyumbang ide, tenaga, dan pemikiran untuk merancang konten situs dan konten mobile, agar menarik dimata audiens sasaran.

Saat membangun www.cybermq.com (cyberMQ), yang menjadi titik tolak dari perencanaan konten-kontennya adalah visi portal tersebut. Visi dari cyberMQ adalah, pertama : menjadi situs online utama yang menyajikan informasi dan inspirasi bagi muslim warga Indonesia dan muslim seluruh dunia pada umumnya. Situs online utama berarti : situs yang kontennya menjadi rujukan utama bagi setiap kaum muslimin wal muslimat, dalam memelihara tauhid dan semangat keislaman. Adapun visi keduanya : menjadi situs online utama yang terdepan dalam membangun kesepahaman antara umat Islam dengan penganut kepercayaan lain. Untuk mencapai visi kedua ini, saya dan teman-teman berusaha merancang konten yang gaya penyampaiannya moderat, yaitu : menampilkan sosok Islam sebagai agama terbaik, tanpa justifikasi agama lain adalah sesuatu yang buruk. Berpedoman pada dua visi tersebut, seluruh awak cyberMQ bekerja menggarap konten tekstual, visual maupun audio yang bisa dipertanggungjawabkan kualitas dan kuantitasnya.

Read the rest of this entry »



Konten Pendukung Buat Blogger, Please…

22 12 2008

Sebagai pelanggan Speedy, tentu sangat menyenangkan bagi saya, ketika akhirnya bisa nge-blog di Speedyland. Selain bisa menuangkan hobi corat-coret di alamat website pribadi, sayapun dapat menjalin interaksi dengan para Speeder (user Speedy lainnya maksud saya), bisa berkunjung ke blog-blog dan menengok profil mereka, yang bagi saya sama menyenangkannya dengan berkunjung ke rumah sanak atau sahabat. Dari pengalaman sebelumnya, saya mendapatkan banyak teman dan banyak jadwal kopi darat, dari berkecimpung di Portal seperti Speedyland ini.

Sebagai seseorang yang hobi sekali menulis di blog, dibawah naungan Portal Speedyland ini saya berharap banyak bisa mendapatkan fasilitas dukungan, supaya saya lebih asyik menjalankan aktivitas hobi yang bagi saya menyehatkan itu. Bagaimana bentuk supporting content dan kemudahan yang saya inginkan itu ?

Pertama, saya memerlukan konten teks dalam bentuk artikel-artikel, yang menjelaskan secara praktis dan rinci bagaimana cara mengutak-atik blog saya di Speedyland. Artikel itu nantinya menjelaskan dengan rinci bagaimana misalnya : cara menerakan video didalam blog, cara utak-atik template, cara menerakan widget, bila perlu membahas sampai sisi-sisi normatif, kreatif dan inovasi sebuah blog. Tentu saja, agar lebih menarik dan besar stimulusnya, artikel-artikel itu bisa diambil dari kreasi para Speeder atau hasil tulisan para ahli dan selebriti blog semacam : Priyadi, Koen, Budi Raharjo, Onno W Purbo, dan lain sebagainya.

Read the rest of this entry »



Up-Dating Konten Cepat Ala Abang Eddy

30 11 2008

Alhamdulillah. Sampai juga di Speedyland. Wah, daftarnya butuh beberapa pintu. Tapi sudahlah. Toh, sampai juga di Portal para Speeder ini (karena belum ada sebutan resmi untuk para pengguna Speedy, saya panggil para user pakai nama ini saja ah…). Kebetulan. Fasilitas nge-blog-nya menggunakan fasilitas Wordpress. Saya selama ini belum pernah punya blog yang serius di Wordpress. Ya, sekalian mempelajari, alhamdulillah sudah diakomodir oleh Speedyland.

Nah, mau menulis apa ya di first time blogging ini ?

Setelah menimbang-nimbang, soal apa yang bakal dibahas dalam first time blogging ini, saya akhirnya memilih sharing seputar pengalaman up-dating konten. Mengenai : cara up-dating konten blog secara rutin kurang dari setengah jam.

Cara up-dating ini saya gagas, setelah batin saya merasa : kegiatan nge-blog merupakan sebuah kebutuhan rutin, tidak ubahnya mandi, makan, minum setiap hari. Ketika tubuh, akal dan hati menganggap blogging sebagai kebutuhan rutin, saya kemudian merasa didesak-desak deadline jika belum membuka dashboard situs pribadi, setiap harinya. Sebab padatnya rutinitas, saya tentu tidak mungkin menghabiskan waktu untuk blogging sampai melebihi 30 menit per hari. Jadi, saya putuskan untuk selalu up-dating blog kurang dari setengah jam, dengan satu ketentuan : per artikel terdiri dari 400-500 kata saja.

Read the rest of this entry »