Indikator Keberhasilan Suatu Portal/Konten Religi
17 01 2009
Sebagaimana umum diketahui, dasar negara Republik Indonesia (RI) adalah Pancasila, adapun falsafah hidup yang menaungi kehidupan bermasyarakatnya adalah prinsip Bhinekka Tunggal Ika. Sila pertama dalam dasar negara RI adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Berpedoman pada sila pertama dan prinsip kehidupan bermasyarakat tersebut, masyarakat kita selain dikenal karena ragam suku dan kebudayaannya, iapun diarahkan menuju suatu masyarakat relijius- yaitu : masyarakat yang berketuhanan. Maka, selain tema suku, adat dan ras yang kerap mengemuka, unsur agamapun menjadi suatu tema yang mendasar, pokok serta penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri seribu pulau ini.
Sebagai penganut nilai-nilai ketuhanan dan keagamaan, masyarakat Indonesia tentu mempunyai kebutuhan dan keinginan yang tinggi untuk menyimak konten-konten relijius, ketika mereka mengakses suatu media. Apakah itu media cetak, media elektronik- yang salah satu cabangnya adalah media internet. Saya sempat memerhatikan kecenderungan ini, diantara rekan-rekan sepergaulan rumah maupun rekan-rekan dilingkungan kerja. Bahwa, selain mengakses konten-konten hiburan atau bermain aplikasi di portal jejaring sosial, yang juga sering menjadi motivasi utama mereka berselancar di dunia maya adalah : mencari konten-konten relijius.
Masing-masing umat beragama di Indonesia, entah umat Islam yang mayoritas, umat Kristiani, umat Budha, umat Hindu maupun penganut Kong-Hu-Cu, mempunyai situs atau portal favorit yang kontennya kerap mereka simak, demi pemenuhan kebutuhan dan keinginan ruhaniah mereka. Bahkan, masing-masing mereka juga rata-rata mempunyai portal khusus, yang memuat lebih dari sepuluh buah link situs keagamaan berbahasa Indonesia. Umat Islam punya Al-Ikhwan.net, umat Kristiani punya Kristenonline.com, umat Budha punya Buddhistonline.com, umat Hindu punya Agnihoma, dan masih banyak lagi portal yang tidak diterakan dalam artikel ini. Mayoritas umat beragama asal Indonesiapun- terutama mereka yang kesehariannya bekerja dalam lingkungan yang dekat dengan akses internet- disamping mengunjungi situs lain juga mengelola blog personal dengan spirit relijius. Sampai-sampai, fenomena itu sempat memunculkan opini seorang tokoh, yang menyebut warga dunia maya asal Indonesia paling relijius dari warga dunia maya asal negara lain.
Categories : menulis serius












Recent Comments